kami harus bangun dari mimpi
bahwa penghianatan adalah nyata
kami dibukakan tabir langit bahwa penghianatan lama merasuk
aku terlalu muda untuk dikenalkan pada wanita wanita nista
aku terlalu lemah untuk tahu kawan kawan pembunuh
dan sungguh, aku mohonkan peradilan robbul'alamin kepada
merak yang membuat kami jatuh dan tersubgkur pada suasana sesal
mereka telah menusuk jantungku
mereka akan dibalas pasukanlangit
kepada lelaki dan wanita jalang
22 januari 2012
Antologi Puisi Kaum Muda
Selasa, 24 Januari 2012
Selasa, 16 Agustus 2011
Kidung Merdeka
Kidung Merdeka
Bayonet belum mampu merobek perlawanan mereka
Sparuh jiwa kobaran api
Perjalanan paragraf bisu
Yang belum juga sempurna
Mereka prajurit rembulan yang menderu
Maju dalam suasana haru
Menyatu pada ledak desing mesiu
Membara kobaran arak anggur
Pada senja nanti siap untuk gugur
Jelaga terlanjur campakan api
Api yang bercokol dalam kalbu birahi
Lengking jerit kekalahan pada semburat senja
Terlanjur gagal bersandar di pundak cakrawala
Mereka pejuang negeri
Mereka pemintal darah
Mereka pembunuh penjajah
Mereka pahlawan kami
Kami kidungkan dendang kemenangan para pejuang
Sangkur penuh karat yang terselip pada baju zirah tua
Hanya mampu kibarkan bendera setengah tiang
Sebelum senja selesai
Tangis tak boleh disengaukan
Kami telah mereka
Makassar, 21 Juni 2011
Kepada Mereka Prajurit Indoensia
Bayu Kusumajati
Sabtu, 16 Juli 2011
Mereka Terlalu Miskin
Langit batas alis mengherucut
Saksikan duka ditoreh luka atas persada gersang ditanah carut
Tercerai jauh dari akar elegi
Membelukar dalam lubuk bumi
Dibasuh darah dan nanah yang mengucur bagai putusnya nadi
Kerdipan mataku
Tepikan aroma pilu dalam rintihan
Kanak telanjang lapar terbentur sejuta nafsu
Tercampur dalam belenggu dibaur debu
Mereka ingin singkap mekar mahabbah yang merekah merona
Tepikan tualang angin
Di tepian bibir neraka ujung dunia
Mereka mengejar goresan takdir kehidupan
Mengais puing reranting sisa pesta semalam
Yang tercerai berserakan
Diantara keringat dan busuk aroma parfum
Liar dan miskin
Serupa ujung pinus tusuk bulan yang binak
Dimalam sunyi tanpa seribu bintang
Mereka termangu
Mereka terpesona
Mereka terbuai
Mereka terlalu miskin
Semiskin pedang berkarat
Yang cacat didia tempat
Terselip pada baju zirah tua
Mereka akan mati
Bayu Kusumajati
Semarang, 16 Juni 2011
Selepas Gerhana
Kepadamu
Dengar dentum piano bernada lusuh
Coba sapih suara sucinya
Telah menggunung jalaga rindu ini
Berteman jerit lepas dalam kesunyian
Bukan sebuah keputusan sebatang pohon sungsang
Meranggas telanjang tanpa rahasia
Kematianmu terlalu membekas di suksma
Selekat desah dan nafas
Seasam keringat telapak tangan
Atau cengeng kidung kegelapan
Luruh tegas pada kehidupan
Kawanku adalah derajat pagoda
Kawanku adalah kembara angin yang tak pernah diam
Yang buyarkan kabut pilu dalam dunia
Beri pengentalan bingkai pengertian
Lewat kidung indah yang diteluhkan
Mimpi kita terlanjur melambung
Bangun istana imaji yang redup saput tatap syahdu
Seindah nada dawai violin yang terakit
Mimpi kita telah terpintal dalam ilusi
Mimpi kita telah mengalir dalam darah kehidupan
Keliaran semerbak kesturi
Tampak gemertak runcing duri
Kawanku,
Kawan mawar semerbak jelaga
Kita pasti bisa
Bayu Kusumajati
Semarang, 15 Juni 2011
Sebelum Gerhana Datang
Selasa, 05 Juli 2011
Kemerdekaan Milik Kami
Dulu ketika tanah kami mulai dibumihanguskan
Ketika kakek-kakek kamu hanya mampu mengasah ujung bambu
Harus tercium anyir nanah dan amis darah tertumpah
Tapi kami . ..
Kami hanya duduk tersedu di koling meja
Kemarin ketika bapak-bapak kami mulai berdiri
Penegasan melawan musuh sendiri
Kami harus memanggul senapan
Karena kami satunya harapan
Semangat kami akan mengobarkan pejuang
Bayonet kami akan merobek lambung lawan
Tajam sangkur kami akan memotong urat nadi
Hingga mereka semua mati
Dan kami akan merdeka
Kami ini pecinta negeri
Yang menebarkan rintih ngeri
Kami ini pemintal darah
Yang menewaskan para penjajah
Kami ini pemuda bangsa
Yang membuat merdeka
Kemerdekaan adalah sebuah angan-angan panjang
Kemerdekaan adalah lepas dari jidat-jidat penguasa
Kemerdekaan adalah kibaran merah putih
Kemerdekaan adalah milik kami
Demi Allah
Hingga nanti temeram senja pulang ke peraduannya
Akan aku genggam erat seluruh bangsa
Teruntuk negeriku, Indonesia
Pertempuaran m,alam hari
Semarang, 8 Maret 2011
ISlamic Center Manyaran
jUara I
Langganan:
Postingan (Atom)