Langit batas alis mengherucut
Saksikan duka ditoreh luka atas persada gersang ditanah carut
Tercerai jauh dari akar elegi
Membelukar dalam lubuk bumi
Dibasuh darah dan nanah yang mengucur bagai putusnya nadi
Kerdipan mataku
Tepikan aroma pilu dalam rintihan
Kanak telanjang lapar terbentur sejuta nafsu
Tercampur dalam belenggu dibaur debu
Mereka ingin singkap mekar mahabbah yang merekah merona
Tepikan tualang angin
Di tepian bibir neraka ujung dunia
Mereka mengejar goresan takdir kehidupan
Mengais puing reranting sisa pesta semalam
Yang tercerai berserakan
Diantara keringat dan busuk aroma parfum
Liar dan miskin
Serupa ujung pinus tusuk bulan yang binak
Dimalam sunyi tanpa seribu bintang
Mereka termangu
Mereka terpesona
Mereka terbuai
Mereka terlalu miskin
Semiskin pedang berkarat
Yang cacat didia tempat
Terselip pada baju zirah tua
Mereka akan mati
Bayu Kusumajati
Semarang, 16 Juni 2011
Selepas Gerhana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar